Selasa, 01 Juni 2010

Debat Publik : 4 Kandidat Sama-sama Janjikan Perubahan



politiksaman.com-Musi Rawas (01/06),-Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Musi Rawas jika terpilih akan membawa perubahan bagi kabupaten Musi Rawas dalam lima tahun kedepan.Hal itu diungkapkan saat debat kandidat yang dilaksanakan di gedung Dewan Kesenian dan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kecamatan Tugumulyo, Selasa (01/06).

Debat publik yang dipandu oleh moderator Rais Purnomo serta panelis dari Universitas Sriwijaya yang terdiri dari Ardian Saptawan, pembicara khusus bidang politik, pakar ekonomi Didik Susetyo dan pakar bidang pendidikan Mulyadi Eko Purnomo.

Beberapa sektor yang mendesak untuk dilaksanakan antara lain, pembangunan bidang infrastruktur, pemerataan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta pertumbuhan infestasi daerah.

"Selain program-program yang mendesak dilaksanakan, dan tidak kalah pentingnya lagi ialah program pemberantasan korupsi serta pemberian pelayanan publik yang prima," kata calon wakil bupati Agung Yubi Utama yang berpasangan dengan calon bupati M Isa Sigit yang mendapatkan ksempatan pertama.

Dilanjutkananya, dalam visi dan Misi Misi Agung untuk mewujudkan Musi Rawas lebih sejahtera kedepan akan meningkatkan pembangunan ekonomi pedesaan serta akan meningkatkan Infrastruktur jalan.

Untuk peningkatan Ekomomi ini pihaknya berjanji memberikan dana pembangunan desa sebesar 200 Juta Pertahun anggaran untuk pembangunan di pedesaan serta memberikan gaji kepala desa sebesar Rp 2 juta perbulan.

Sementara pasangan incumbent Ridwan Mukti – Hendra Gunawan tetap dengan program unggulan mereka seperti menjadikan Kabupaten Musi Rawas sebagai gerbang investasi sector barat, Mura darissalam, Mura Bumi Agropolitan dan lainnya

“Selama lima tahun saya memimpin, sudah banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan APBD dan lainnya, maka saya yakin masyarakat masih menginginkan untuk melanjutkan kepemimpinan ini,” ungkapnya.

Kandidat bupati nomor urut 3 Senen Singadilaga didampingi calon wakil bupati Sudirman Masuli menuturkan, jika terpilih nanti, dirinya akan memfokuskan hal dalam pemberantasan korupsi. Dia akan menindak tegas terhadap pejabat maupun kepala dinas/badan yang ada di daerah itu jika terbukti melakukan KKN.

"Saya sendiri yang akan mengantarkan pejabat yang terlibat tindak pidana korupsi kepada pihak kejaksaan," kata Senen lantang.

Hal yang sama juga diutarakan pasangan Wazanazi Wahid-Untung Suprianto yang menilai semua program yang disampaikan para kandidat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melakukan perubahan.

Sedangkan panelis Adrian Saptawan dalam kesempatan ini menyoroti penerapan program-program yang dijabarkan oleh para kandidat, dengan membangun sistem politik daerah yang kondusif sehingga dapat direalisasikan ketika salah satunya terpilih menjadi pemipin di daerah itu lima tahun kedepannya.

“Pada dasarnya semua program yang dicanangkan oleh para kandidat sangat baik, tinggal lagi bagaimana penerapannya nanti jika mereka terpilih. Apakah sama seperti yang mereka utarakan hari ini,” ungkapnya. (Edo/ Irhandi)

RM-HG Diduga Lakukan Pelanggaran Kampanye



politiksaman.com-Musi Rawas (01/05), Hari terakhir masa kampanye masih dimanfaatkan pasangan RM –dan HG untuk melakukan kampanye terbuka, hal ini dilakukan dengan menggelar acara lomba lagu Ridwan Mukti yang dilaksanakan di lapangan bola F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo.

Menurut Sekretaris TIM Sukses Misi Agung, Safran Suparno kegiatan yang dilakukan Oleh tim Calon Nomor 2 tersebut sudah menyalahi aturan kampanye yang telah di tetapkan oleh KPU.

“Kegiatan lomba lagu Ridwan Mukti yang di selenggarakan di lapangan terbuka tersebut menunjukan arogansi kandidiat Incumbent,” katanya.

Untuk itu Safran menegaskan agar pihak KPU Musi Rawas maupun Panwaslu untuk mengambil tindakan permasalahan ini karena kegiatan yang dilakukan sudah jelas melanggar masa kampanye Monologis yang ditetapkan.

Menurut Safran, waktu kampanye monologis yang ditetapkan KPU sudah berakhir Senin (31/05) sedangkan sesuai jadwal yang ditetapkan dan disepakati oleh kandidat bersama KPU pada Selasa (01/06) dijadwalkan debat kandidat.

Sementera itu ketua Panwaslu Musi Rawas, Hendri Akbar, menuturkan pihaknya tidak mengetahui kegiatan yang di laksanakan pasangan RM- HG tersebut karena pihaknya belum mendapatkan laporan maupun komplain dari kandidiat lainya.

“Permasalahan ini akan kita koordinasi panwascam kecamatan Tugumulyo, dan juga akan dilihat sejauh mana pelanggaran yang telah dilakukan,”katanya.

Sedangkan untuk mengambil tindakan pembubaran acara tersebut bukan wewenang pihaknya karena pihaknya hanya menerima laporan dan meneruskannya kepada KPU Musi Rawas.

Sementara itu, Koordinator pelaksana lomba jigle Ridwan Mukti,Antoni menuturkan kegiatan ini sesuai jadwal yang ditetapkan tim kampanye Ridwan Mukti , maka kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (01/06) yang dilaksanakan di lapangan Bola desa F Trikoyo.

“ Kegiatan ini rangkaian kegiatan Lomba Jingle lagu Ridwan mukti yang dilaksanakan disetriap kecamatan dan hari ini kegiatan pinal lomba ini,’ katanya.

Sedangkan untuk pelanggaran dirinya tidak pernah mengetahui karena dirinya hanya menjalankan printah ketua pelaksana dalam hal ini Lily Maddari.

Sementara Divisi Hukum KPU Musi Rawas Kenny menanggapi kegiatan tersebut menjelaskan apabila kegiatan tersebut tidak terjadwal dalam kegiatan kampanye oleh KPU Mura maka kegiatan itu dapat dikatakan sebagai pelanggaran.

“Kalau tidak teragenda dalam jadwal yang ada di KPU Mura maka hal tersebut sebuah pelanggaran,” tegasnya ( Tim)

Empat Pasang Kandidat Lakukan Pelanggaran Kampanye



politiksaman.com-Musi Rawas (01/06), Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Musi Rawas, mengungkapkan selama pelaksanaan putaran kampanye dari 19-31 mei lalu pihaknya hanya menemukan empat pelanggaran.

"Selama kampanye Pilkada Kabupaten Musi Rawas berlangsung, kita menemukan empat pelanggaran Pilkada yang saat ini sudah direkomendasikan ke KPU Musi Rawas," kata Ketua Panwas Pilkada Musi Rawas, Hendri Akbar kemarin.

Dia menjelaskan empat pelanggaran pilkada yang ditemukan pihaknya itu semuanya terkait permasalahan adminstrasi berupa kesalahan dalam pemasangan alat peraga dan pemanfaatan zona kampanye yang bukan pada tempatnya.

Pelanggaran administrasi tersebut dilakukan oleh empat peserta pilkada dan sudah direkomendasikan ke KPU daerah itu guna diberikan tindakan. Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui sanksi apa yang dijatuhkan oleh pihak KPU Musi Rawas.

Untuk pelanggaran pilkada lainnya kata dia, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke Panwas Pilkada Musi Rawas. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dilapangan guna memastikan pelaksanaan pilkada setempat berjalan dengan baik.

“Berakhirnya putaran pelaksanaan pilkada terhitung Selasa (31/5) pukul 00.00 WIB, semua atribut pilkada, baik striker, baliho, maupun spanduk akan ditertibkan, karena sudah memasuki masa tenang,”jelasnya.

Untuk memastikan pembersihan alat peraga ini, pihaknya akan menurunkan seluruh petugas mulai dari tingkat kabupaten, Panwas kecamatan dan petugas pengawas lapangan di tingkat desa.

“Kita mengimbau empat kandidat pilkada setempat untuk sama-sama menjaganya dengan tidak melakukan kegiatan politik atau semacamnya yang dapat menimbulkan pelanggaran pilkada di masa tenang sebelum pemilihan 5 juni mendatang,”tandasnya. (Edo)

Komentar Pengunjung

ARSIP

PROFILE TOKOH

PUISI & SASTRA

  • Kenanganmu - Tadinya tidur menyapakuLelah hari ini pun mengoda matakuNamun sekilas sayuberganti, rindu.........Bukan Cinta itu maksudmuNamun mencintai semua rasamembuatku...
    1 tahun yang lalu

OPINI

  • Kaca Benggala: Sumpah Palapa - Oleh: Agus Jabo Priyono*) Ibarat pepatah, sebagai sebuah bangsa kita sedang berlayar dengan perahu besar, melawan gelombang liar. Dikurung langit yang tla...
    1 tahun yang lalu